A. Teori Dasar
1. Sejarah Bahasa Pemograman C++
Pemograman sudah ada
sejak komputer pertama kali diciptakan. pada awalnya programmer bekerja dengan
bahsa pemograman yang sangat sulit untuk dipahami oleh manusia, bahasa itu
adalah bahasa mesin.
karena sangat sulit
untuk memahaminya, maka dari itu dibuatlah Assembly yang merupakan bahasa
rakitan yang merupakan kumpulan dari singkatan Kode-Kode.Waktu ke waktu semakin
banyak pengembang yang berusaha untuk mengembangkan bahasa pemrograman, banyak
bahasa tingkat tinggi yang bermunculan dengan fasilitas yang mereka tawarkan,
salah satunya adalah C++.
Sejarah Bahasa Pemrograman C++
Bahasa C++ lahir pada tahun 1980, yang
dibuat oleh Bjarne Stroustrup di AT&T Bell Laboratories awal tahun 1980-an
berdasarkan C ANSI (American National Standard Institute). Pertama kali,
prototype C++ muncul sebagai C yang dipercanggih dengan fasilitas kelas, bahasa
tersebut disebut “C dengan kelas” (C with Class).
Pada tahun 1983-1984, C dengan kelas disempurnakan dengan menambahkan fasilitas overloading operator, yang mulanya disebut “a better C” kemudian berganti nama pada tahun 1983 menjadi C++. Simbol ++ merupakan operator penaikan pada C, digunakan untuk menunjukkan bahwa bahasa baru ini merupakan versi yang lebih canggih dari C.
Borland International merilis kompiler Borland C++ dan Turbo C++. Kedua kompiler ini sama-sama dapat digunakan untuk mengkompilasi kode C++. Bedanya, Borland C++ selain dapat digunakan dibawah lingkungan DOS, juga dapat digunakan untuk pemrograman Windows. Selain Borland International beberapa perusahaan lain juga merilis kompiler C++, seperti Topspeed C++ dan Zortech C++.
Awal mula Bjarne Stroustrup membuat membuat C++ adalah ketika Bjarne Stroustrup melakukan pekerjaan untuk gelar Ph.D. tesis pada salah satu bahasa pemrograman dan Stroustrup memiliki kesempatan untuk bekerja dengan bahasa tersebut yang disebut Simula,
Simula merupakan bahasa untuk simulasi. The Simula 67 bahasa yang merupakan varian bekerja dengan Stroustrup. bahasa tersebut dianggap sebagai bahasa pertama untuk mendukung paradigma pemrograman berorientasi obyek. Stroustrup menyadari bahwa paradigma ini sangat berguna untuk pengembangan perangkat lunak, dengan kelebihan bahasa Simula tersebut tetapi bahasa Simula memiliki kekurangan yaitu, bahasa Simula terlalu lambat untuk penggunaan praktis.
Tak Lama kemudian, ia memulai untuk mengerjakan bahasa pemrograman berdasarkan ide yang telah ia dapatkan. Stroustrup mengerjakan C++ dengan nama awalnya yaitu C With Class. yang dimaksudkan untuk menjadi superset dari bahasa C, dengan menambahkan pemrograman berorientasi obyek ke dalam bahasa C.
Alasan Kenapa Stroustrup lebih memilih untuk mengembangkan C adalah, karena bahasa pemrograman C merupakan bahasa pemrograman yang sangat popular karena kecepatan, kinerja yang bagus, memungkinkan untuk melakukan pengkodean bahasa tingkat rendah dan lain sebagainya.
Pada tahun 1983-1984, C dengan kelas disempurnakan dengan menambahkan fasilitas overloading operator, yang mulanya disebut “a better C” kemudian berganti nama pada tahun 1983 menjadi C++. Simbol ++ merupakan operator penaikan pada C, digunakan untuk menunjukkan bahwa bahasa baru ini merupakan versi yang lebih canggih dari C.
Borland International merilis kompiler Borland C++ dan Turbo C++. Kedua kompiler ini sama-sama dapat digunakan untuk mengkompilasi kode C++. Bedanya, Borland C++ selain dapat digunakan dibawah lingkungan DOS, juga dapat digunakan untuk pemrograman Windows. Selain Borland International beberapa perusahaan lain juga merilis kompiler C++, seperti Topspeed C++ dan Zortech C++.
Awal mula Bjarne Stroustrup membuat membuat C++ adalah ketika Bjarne Stroustrup melakukan pekerjaan untuk gelar Ph.D. tesis pada salah satu bahasa pemrograman dan Stroustrup memiliki kesempatan untuk bekerja dengan bahasa tersebut yang disebut Simula,
Simula merupakan bahasa untuk simulasi. The Simula 67 bahasa yang merupakan varian bekerja dengan Stroustrup. bahasa tersebut dianggap sebagai bahasa pertama untuk mendukung paradigma pemrograman berorientasi obyek. Stroustrup menyadari bahwa paradigma ini sangat berguna untuk pengembangan perangkat lunak, dengan kelebihan bahasa Simula tersebut tetapi bahasa Simula memiliki kekurangan yaitu, bahasa Simula terlalu lambat untuk penggunaan praktis.
Tak Lama kemudian, ia memulai untuk mengerjakan bahasa pemrograman berdasarkan ide yang telah ia dapatkan. Stroustrup mengerjakan C++ dengan nama awalnya yaitu C With Class. yang dimaksudkan untuk menjadi superset dari bahasa C, dengan menambahkan pemrograman berorientasi obyek ke dalam bahasa C.
Alasan Kenapa Stroustrup lebih memilih untuk mengembangkan C adalah, karena bahasa pemrograman C merupakan bahasa pemrograman yang sangat popular karena kecepatan, kinerja yang bagus, memungkinkan untuk melakukan pengkodean bahasa tingkat rendah dan lain sebagainya.
Kompiler Pertama C with class disebut
Cfront, yang berasal dari kompiler C disebut CPRE. CFront adalah program yang
dirancang untuk menerjemahkan C dengan Kelas ke C. hal menarik yang patut untuk
diketahui adalah bahwa Cfront sebagian besar ditulis dalam C with Class,
membuatnya menjadi kompiler self hosting (Kompiler yang dapat mengkompilasi
diri sendiri).
Cfront kemudian ditinggalkan pada tahun 1993 setelah dianggap sulit untuk mengintegrasikan fitur baru ke dalamnya. Meskipun demikian, Cfront membuat dampak besar pada implementasi kompiler masa depan dan pada sistem operasi Unix.
Pada tahun 1985, Stroustrup membuat buku referensi berjudul The C ++ Programming Language diterbitkan. Pada tahun yang sama, C ++ dilaksanakan sebagai produk komersial. Bahasa ini belum secara resmi distandarkan. Bahasa ini diperbarui lagi pada tahun 1989 dan menambahkan fasilitas Protected member, Static member, serta Inheritance.
Pada tahun 1990, buku The Annotated C ++ Reference dirilis. Pada tahun yang sama Borland dan Turbo C ++ kompiler dirilis sebagai produk komersial. Turbo C ++ menambahkan banyak library tambahan yang akan memiliki dampak yang besar terhadap pengembangan C ++. Meskipun rilis stabil terakhir Turbo C ++ pada tahun 2006, tapi kompiler tersebut sampai saat ini masih banyak digunakan.
Pada tahun 1998, panitia standar C ++ menerbitkan Standar Internasional pertama untuk C ++ ISO / IEC 14882: 1998. Pada tahun 2003, panitia mendapati beberapa masalah yang dilaporkan dengan C++ Standar mereka pada tahun 1998, karena itu bahasa diperbaharui yang merupakan revisi masalah sebelumnya dan dijuluki C ++ 03.
Pada tahun 2005, panitia Standarisasi C ++ merilis laporan teknis yang dijuluki TR1, merinci berbagai fitur mereka berencana untuk menambah C ++ standar terbaru. Standar baru itu secara informal dijuluki C ++ 0x seperti yang diharapkan akan dirilis sebelum akhir dekade pertama. Namun, ironisnya, standar baru tidak dirilis sampai pertengahan 2011.
Pada pertengahan 2011, C ++ 11 selesai dan merupakan C++ standar baru. The Library Project Meningkat, membuat dampak yang besar terhadap standar baru, dan beberapa modul baru berasal langsung dari Boost perpustakaan. Beberapa fitur baru termasuk dukungan ekspresi regular merupakan sebuah perpustakaan pengacakan komprehensif, perpustakaan threading standar , fungsi baru untuk pengulangan, Foreach Loop, kata kunci Auto, Class New Container, dukungan yang lebih baik untuk daftar inisialisasi Array, dan Variadic Template.
Cfront kemudian ditinggalkan pada tahun 1993 setelah dianggap sulit untuk mengintegrasikan fitur baru ke dalamnya. Meskipun demikian, Cfront membuat dampak besar pada implementasi kompiler masa depan dan pada sistem operasi Unix.
Pada tahun 1985, Stroustrup membuat buku referensi berjudul The C ++ Programming Language diterbitkan. Pada tahun yang sama, C ++ dilaksanakan sebagai produk komersial. Bahasa ini belum secara resmi distandarkan. Bahasa ini diperbarui lagi pada tahun 1989 dan menambahkan fasilitas Protected member, Static member, serta Inheritance.
Pada tahun 1990, buku The Annotated C ++ Reference dirilis. Pada tahun yang sama Borland dan Turbo C ++ kompiler dirilis sebagai produk komersial. Turbo C ++ menambahkan banyak library tambahan yang akan memiliki dampak yang besar terhadap pengembangan C ++. Meskipun rilis stabil terakhir Turbo C ++ pada tahun 2006, tapi kompiler tersebut sampai saat ini masih banyak digunakan.
Pada tahun 1998, panitia standar C ++ menerbitkan Standar Internasional pertama untuk C ++ ISO / IEC 14882: 1998. Pada tahun 2003, panitia mendapati beberapa masalah yang dilaporkan dengan C++ Standar mereka pada tahun 1998, karena itu bahasa diperbaharui yang merupakan revisi masalah sebelumnya dan dijuluki C ++ 03.
Pada tahun 2005, panitia Standarisasi C ++ merilis laporan teknis yang dijuluki TR1, merinci berbagai fitur mereka berencana untuk menambah C ++ standar terbaru. Standar baru itu secara informal dijuluki C ++ 0x seperti yang diharapkan akan dirilis sebelum akhir dekade pertama. Namun, ironisnya, standar baru tidak dirilis sampai pertengahan 2011.
Pada pertengahan 2011, C ++ 11 selesai dan merupakan C++ standar baru. The Library Project Meningkat, membuat dampak yang besar terhadap standar baru, dan beberapa modul baru berasal langsung dari Boost perpustakaan. Beberapa fitur baru termasuk dukungan ekspresi regular merupakan sebuah perpustakaan pengacakan komprehensif, perpustakaan threading standar , fungsi baru untuk pengulangan, Foreach Loop, kata kunci Auto, Class New Container, dukungan yang lebih baik untuk daftar inisialisasi Array, dan Variadic Template.
1.1 Kelebihan C++
Mampu mengakses komponen hardware komputer, dengan syntax yang lebih manusiawi dibanding Assembly.
Multi platform (Windows, Linux, Macintosh).
Kecepatan program jika dibanding dengan program yang sama
buatan bahasa lain, relatif lebih cepat,
Penanganan kompleksitas C++ menggunakan OOP.
Dan C++ juga merupakan induk dari bahasa pemrograman perl, php, phyton, visual basic, gambas, java, C#.
Kekurangan C++
Banyaknya operator serta fleksibilita spenulisan program kadang-kadang membingungkan pemakai (pemula).
Bagi pemula akan kesulitan menggunakan pointer.
Aplikasi Bahasa C++
Sebagai bahasa pemrograman di Windows, UNIX, Linux.
Bahasa untuk pembuatan system operasi, game, system kendali, pembuatan aplikasi.
Untuk membuat bahasa baru atau membuat compiler bahasa baru, dll.
Beberapa Aturan Dasar Pembuatan Program Dengan C++
Penamaan file mengikuti kaidah penamaan DOS (8 karakter nama+ 3 karakter untuk extention).
Keyword (kata tercadang) harus ditulis dalam huruf kecil.
Penulisan program (penamaan fungsi, penamaan variabel, penamaan konstanta, dll) bersifat case sensitive.
setiap pernyataan/statement/ekspresi dalam program harus diakhiri dengan tanda titik koma (;).
Bahasa C++ membedakan penulisan huruf besar dan kecil.
Awal dan akhir fungsi harus diapit kurung kurawal.
Penanganan kompleksitas C++ menggunakan OOP.
Dan C++ juga merupakan induk dari bahasa pemrograman perl, php, phyton, visual basic, gambas, java, C#.
Kekurangan C++
Banyaknya operator serta fleksibilita spenulisan program kadang-kadang membingungkan pemakai (pemula).
Bagi pemula akan kesulitan menggunakan pointer.
Aplikasi Bahasa C++
Sebagai bahasa pemrograman di Windows, UNIX, Linux.
Bahasa untuk pembuatan system operasi, game, system kendali, pembuatan aplikasi.
Untuk membuat bahasa baru atau membuat compiler bahasa baru, dll.
Beberapa Aturan Dasar Pembuatan Program Dengan C++
Penamaan file mengikuti kaidah penamaan DOS (8 karakter nama+ 3 karakter untuk extention).
Keyword (kata tercadang) harus ditulis dalam huruf kecil.
Penulisan program (penamaan fungsi, penamaan variabel, penamaan konstanta, dll) bersifat case sensitive.
setiap pernyataan/statement/ekspresi dalam program harus diakhiri dengan tanda titik koma (;).
Bahasa C++ membedakan penulisan huruf besar dan kecil.
Awal dan akhir fungsi harus diapit kurung kurawal.
1.2 Definisi variabel
Variabel adalah
suatu tempat yang digunakan untuk menampung data atau konstanta di memori yang mempunyai
nilai yang dapat berubah–ubah selama proses program.
Variabel dalam pemrograman mungkin tidak secara
langsung sesuai dengan konsep variabel dalam matematika. Yang terakhir ini
abstrak, tidak mengacu pada objek fisik seperti lokasi penyimpanan. Nilai
variabel komputasi tidak harus merupakan bagian dari persamaan atau rumus
seperti dalam matematika. Variabel dalam pemrograman komputer sering diberi
nama panjang untuk membuatnya relatif deskriptif penggunaannya, sedangkan
variabel dalam matematika sering memiliki nama singkat, satu atau dua karakter
untuk keringkasan dalam transkripsi dan manipulasi.
1.3
Library
Library : Dalam istilah komputer, library merupakan
sekumpulan subroutine atau class yang biasa digunakan untuk men-develop
software. Library menyediakan sejumlah kode dan data yang menyediakan layanan
untuk program yang independen. Libarary mengizinkan kode dan data untuk saling
berbagi dalam mode yang modular. Beberapa aplikasi executable (dapat dijalankan
langsung/ telah berbentuk binary program), telah menyediakan standalone program
dan library. Namun, kebanyakan library tidak bersifat executable. Library di
suatu sistem operasi sendiri terbagi lagi menjadi dua jenis, yakni static
library dan dynamic linking
1.4
PENGERTIAN OPERATOR
Operator merupakan SDM yang tugasnya mengoperasikan
menghidupkan hardware, menjalankan software, berinteraksi dengan hardware dan
software yang sedang beroprasi, dan menyudahi operasi (menghentikan software
dan mematikan hardware). Operator tidak perlu memiliki latar belakang
pendidikan IT, selain pelatihan sesuai tugasnya. Dalam melaksanakan tugasnya,
tentu memerlukan otoritas yang cukup tinggi karena harus bisa menghidupkan dan
mematikan sistem. Mereka memiliki akses penuh atas console sistem dan aplikasi
untuk sistem produksi. Oleh karena itu operator harus bekerja di ruang khusus
yang tidak boleh dimasuki oleh siapa saja selain yang diijinkan oleh pimpinan
operasi. Sebaliknya, console sistem dan aplikasi untuk sistem produksi di setup
sedemikian rupa supaya tidak bisa dibuka diluar ruang operator.
1.5
Manipulator
Manipulator adalah bagian mekanik yang dapat difungsikan
untuk memindahkan, mengangkat benda kerja. Manipulator merupakan salah satu
komponen penting dalam menunjang aktifitas suatu sistem robotika. Manipulator
(sistem mekanik) merupakan “tulang” dari sebuah sistem robotika tersebut. Tanpa
sistem mekanik maka suatu sistem tidak mampu menjalankan aktifitasnya. Suatu
sistem mekanik didesain sesuai dengan kebutuhan dan
efisiensinya. Dikarenakan sebuah sistem robot mempunyai bermacam–macam bentuk dan ukuran, sehingga memiliki beragam kemampuan gerakan. Secara
klasik konfigurasi manipulator dapat dibagi dalam empat kelompok, yaitu polar,
slindris, cartesian, dan sendi lengan (joint –
arm). Cartesian dan slindris memiliki tingkat ketelitian yang tinggi akan tetapi ruang gerak
terbatas oleh jangkauan lengannya.
Format variabel konstanta
1.6
INPUT OUTPUT
Input adalah aktifitas pengguna dengan program
komputer yang memungkinkan kita memberikan data kedalam program. Misalnya
dari keyboard, mouse, dll.
Contoh program
#include <stdio.h>
#include <conio.h>
#include <iostream.h>
main(){
char karakter;
cout<<"Masukkan karakter : ";
karakter = getch();
cout<<endl;
cout<<"Masukkan nama : "<<karakter;
getch();
#include <stdio.h>
#include <conio.h>
#include <iostream.h>
main(){
char karakter;
cout<<"Masukkan karakter : ";
karakter = getch();
cout<<endl;
cout<<"Masukkan nama : "<<karakter;
getch();
Sedangkan Output dapat diartikan sebagai
berikut:
Output adalah aktifiktas program komputer untuk
mengeluarkan data kepada pengguna. Data tersebut dapat berupa text, file,
gambar dan lain-lain.
Contoh program
#include <stdio.h>
#include <conio.h>
#include <iostream.h>
main(){
float a=8.5;
int b=11;
char c = 'C';
cout<<"Ini adalah data float : "<<a<<endl;
cout<<"Ini adalah data integer : "<<b<<endl;
cout<<"Ini adalah data char : "<<c;
getch();
}
#include <stdio.h>
#include <conio.h>
#include <iostream.h>
main(){
float a=8.5;
int b=11;
char c = 'C';
cout<<"Ini adalah data float : "<<a<<endl;
cout<<"Ini adalah data integer : "<<b<<endl;
cout<<"Ini adalah data char : "<<c;
getch();
}
Contoh Penulisan komentar
std::cout<<”BelajarC++”<<std::endl; //ini komentar. pernyataan di
1.7
Jenis Manipulator C++
endl adalah sebuah fungsi manipulator
yang berguna untuk memasukkan karakter NewLine atau mengatur pindah baris,
dengan kata lain fungsi manipulator ini serupa dengan "\n". Fungsi
endl sangat dibutuhkan untuk piranti keluaran berupa file di disk. Untuk
menggunakan manipulator ini, sobat harus menyertakan file header
<iostream>
Untuk lebih jelasnya, fungsi manipulator endl dapat dilihat pada program dibawah ini:
Untuk lebih jelasnya, fungsi manipulator endl dapat dilihat pada program dibawah ini:
|
|
|
contoh manipulator endl
|
|
|
|
#include<iostream>
using
namespace std;
int main () { int nilai1=100, nilai2=80; int jumlah = nilai1 + nilai2; // Contoh fungsi manipulator endl cout<<"Nilai 1 : "<<nilai1<<endl; cout<<"Nilai 2 : "<<nilai2<<endl<<endl; cout<<"Jumlah Kedua Nilai : "<<jumlah; return 0; } |
ends
ends adalah sebuah fungsi manipulator yang berguna
untuk menambah karakter null (nilai ASCII NOL) kederetan suatu karakter. Fungsi
seperti ini seringkali diperlukan, misalnya untuk mengirim sejumlah karakter ke
file di disk atau modem dan mengakhirinya dengan karakter NULL. Untuk
menggunakan manipulator ini, sobat harus menyertakan file header
<iostream>
Contoh :
Contoh :
cout<<'M'<<'D'<<ends;
Pernyataan di atas mengirimkan 2 buah karakter (M dan D)
serta sebuah karakter null. Pada layar, ends akan menimbulkan sebuah karakter
kosong.
Untuk lebih jelasnya, fungsi manipulator ends dapat dilihat pada program dibawah ini:
Untuk lebih jelasnya, fungsi manipulator ends dapat dilihat pada program dibawah ini:
|
contoh manipulator ends
|
|
|
#include
<iostream>
using namespace std; int main () { int nilai1=100, nilai2=80; int jumlah = nilai1 + nilai2; // Contoh fungsi manipulator ends cout<<"Nilai 1 : "<<nilai1<<"."; cout<<"\nNilai 2 : "<<nilai2<<ends<<ends<<"."; cout<<"\n\nJumlah Kedua Nilai : "<<jumlah; return 0; } |
|
setw( )
setw( ) adalah sebuah fungsi manipulator yang
berguna untuk mengatur lebar dari suatu tampilan data. Seandainya sobat akan
menggunakan manipulator ini, sobat harus menyertakan file header
<iomanip>. Bentuk umum penulisan setw() adalah sebgai berikut:
setw(int n);
n = adalah nilai lebar tampilan data, yang bernilai
integer.
Untuk lebih jelasnya, fungsi manipulator setw() dapat dilihat pada program dibawah ini:
Untuk lebih jelasnya, fungsi manipulator setw() dapat dilihat pada program dibawah ini:
#include
<iostream>
#include <iomanip>
using namespace std;
int main ()
{
int jumbar1 = 1300, jumbar2 = 80, jumbar3 = 520;
// Contoh fungsi manipulator setw( )
cout<<"Barang 1 = "<<setw(8)<<jumbar1<<endl;
cout<<"Barang 2 = "<<setw(8)<<jumbar2<<endl;
cout<<"Barang 3 = "<<setw(4)<<jumbar3<<endl;
return 0;
}
#include <iomanip>
using namespace std;
int main ()
{
int jumbar1 = 1300, jumbar2 = 80, jumbar3 = 520;
// Contoh fungsi manipulator setw( )
cout<<"Barang 1 = "<<setw(8)<<jumbar1<<endl;
cout<<"Barang 2 = "<<setw(8)<<jumbar2<<endl;
cout<<"Barang 3 = "<<setw(4)<<jumbar3<<endl;
return 0;
}
dec( ), oct( )
dan hex( )
dec, oct dan hex adalah sebuah fungsi
manipulator yang berguna untuk memunculkan data dalam bentuk hexadesimal
(bilangan berbasis 16), oktal (bilangan berbasis 8) dan desimal (bilangan
berbasis 10). Seandainya sobat akan menggunakan manipulator ini, sobat harus
menyertakan file header <iomanip>.
Untuk lebih jelasnya, fungsi manipulator dec(), oct() dan hex() dapat dilihat pada contoh program dibawah ini:
Untuk lebih jelasnya, fungsi manipulator dec(), oct() dan hex() dapat dilihat pada contoh program dibawah ini:
|
contoh
manipulator dec, oct, hex
|
|
|
#include <iostream>
#include <iomanip>
using namespace std;
int main ()
{
int nilai = 500;
cout<<"Nilai Awal= "<<nilai<<endl<<endl;
cout<<"Nilai ke Desimal = "<<dec<<nilai<<endl;
cout<<"Nilai ke Oktal = "<<oct<<nilai<<endl;
cout<<"Nilai ke Hexadesimal = "<<hex<<nilai<<endl;
return 0;
}
setbase( )
setbase( ) adalah sebuah fungsi manipulator yang
berguna untuk konversi bilangan desimal, oktal dan hexadesimal. Seandainya
sobat akan menggunakan manipulator setbase(), sobat harus menyertakan file
header <iomanip>. Bentuk penulisannya setbase() adalah sebgai
berikut:
setbase(base bilangan);
Untuk lebih jelasnya, fungsi manipulator setbase( ) dapat dilihat pada contoh program dibawah ini:
#include <iostream>
#include <iomanip>
using namespace std;
int main ()
{
int MD;
cout<<"Penerapan Manipulator setbase()"<<"\n\n";
cout<<"Desimal Oktal Hexadesimal"<<endl;
cout<<"----------------------------"<<"\n";
for(MD=180;MD<=190;MD++){
cout<<setbase(10)<<MD<<" ";
cout<<setbase(8)<<MD<<" ";
cout<<setbase(16)<<MD<<endl;
}
return 0;
}
#include <iomanip>
using namespace std;
int main ()
{
int MD;
cout<<"Penerapan Manipulator setbase()"<<"\n\n";
cout<<"Desimal Oktal Hexadesimal"<<endl;
cout<<"----------------------------"<<"\n";
for(MD=180;MD<=190;MD++){
cout<<setbase(10)<<MD<<" ";
cout<<setbase(8)<<MD<<" ";
cout<<setbase(16)<<MD<<endl;
}
return 0;
}
setfill( )
setfill( ) adalah sebuah fungsi manipulator yang
berguna untuk menampilkan suatu karakter yang diletakkan didepan nilai yang
diatur oleh fungsi setfill(). Untuk menggunakan manipulator setfill(), sobat
harus menyertakan file header <iomanip>. Bentuk penulisannya
setfill() adalah sebgai berikut:
setfill(charakter);
Untuk lebih jelasnya, fungsi manipulator setfill( ) dapat dilihat pada contoh program dibawah ini:
#include <iostream>
#include <iomanip>
using namespace std;
int main ()
{
int MD;
cout<<"Penggunan Manipulator setfill()"<<"\n\n";
for(MD=1;MD<=15;MD++)
{
cout<<setfill('*');
cout<<setw(MD)<<MD<<endl;
}
return 0;
}
#include <iomanip>
using namespace std;
int main ()
{
int MD;
cout<<"Penggunan Manipulator setfill()"<<"\n\n";
for(MD=1;MD<=15;MD++)
{
cout<<setfill('*');
cout<<setw(MD)<<MD<<endl;
}
return 0;
}
setprecision( )
setprecision( ) adalah sebuah fungsi manipulator
yang berguna untuk mengatur jumlah digit desimal yang ingin
ditampilkan. biasanya setprecision() digunakan jika sobat bekerja dengan
menggunakan bilangan pecahan, dengan setprecision() sobat dapat mengatur jumah
digit pecahan yang ingin ditampilkan, Untuk menggunakan manipulator
setprecision(), sobat harus menyertakan file header <iomanip>
Untuk lebih jelasnya, fungsi manipulator setprecision( ) dapat dilihat pada contoh program dibawah ini:
Untuk lebih jelasnya, fungsi manipulator setprecision( ) dapat dilihat pada contoh program dibawah ini:
#include <iostream>
#include <iomanip>
using namespace std;
int main ()
{
float M,D,MD;
M = 12.34;
D = 38.56;
MD = M * D;
cout<<setiosflags(ios::fixed);
cout<<setprecision(0)<<MD<<endl;
cout<<setprecision(2)<<MD<<endl;
cout<<setprecision(4)<<MD<<endl;
cout<<setprecision(6)<<MD<<endl;
cout<<setprecision(8)<<MD<<endl;
return 0;
}
#include <iomanip>
using namespace std;
int main ()
{
float M,D,MD;
M = 12.34;
D = 38.56;
MD = M * D;
cout<<setiosflags(ios::fixed);
cout<<setprecision(0)<<MD<<endl;
cout<<setprecision(2)<<MD<<endl;
cout<<setprecision(4)<<MD<<endl;
cout<<setprecision(6)<<MD<<endl;
cout<<setprecision(8)<<MD<<endl;
return 0;
}
setiosflags( )
setiosflags( ) adalah sebuah fungsi manipulator yang
dipakai untuk mengatur berbagai format keluaran data, Untuk menggunakan
manipulator setiosflags(), sobat harus menyertakan file header <iomanip>.
Terdapat berbagai format keluaran (outout) untuk fungsi setiosflags(),
diantaranya adalah sebagai berikut:
Tebel Tanda format untuk menampilkan setiosflags() dan resetiosflags()
|
Tanda Format
|
Keterangan
|
|
ios::right
|
Menyetel rata kanan pada lebar field yang diatur
melalui setw()
|
|
ios::left
|
Menyetel rata kiri pada lebar field yang diatur melalui
setw()
|
|
ios::fixed
|
Memformat keluaran dalam bentuk notasi desimal
|
|
ios::scientific
|
Memformat keluaran pada notasi eksponensial
|
|
ios::oct
|
Memformat keluaran pada basis 8 (oktal)
|
|
ios::hex
|
Memformat keluaran pada basis 16 (heksadesimal)
|
|
ios::dec
|
Memformat keluaran pada basis 10 (desimal)
|
|
ios::uppercase
|
Memformat huruf dalam notasi heksadesimal pada bentuk
huruf kapital
|
|
ios::showpoint
|
Menampilkan titik desimal dalam bilangan pecahan yang
tidak mempunyai bagian pecahan
|
|
ios::showbase
|
Menampilkan awalan 0x bagi bilangan heksadesimal atau 0
(nol) bagi bilangan oktal
|
|
ios::showpos
|
Untuk menampilkan tanda + pada bilangan positif
|
Untuk lebih jelasnya, fungsi manipulator setiosflags(
) yang menggunakan tanda format ios::left dan ios::right dapat dilihat
pada contoh program dibawah ini:
#include <iostream>
#include <iomanip>
using namespace std;
int main ()
{
int M = 20, D = 35;
// Contoh fungsi manipulator setiosflags()
cout<<"\nPenggunaan ios::left dan ios::right\n";
cout<<"\nRata Sebelah Kiri = ";
cout<<setiosflags(ios::left)<<setw(8)<<M;
cout<<setiosflags(ios::left)<<setw(8)<<D;
cout<<"\nRata Sebelah Kanan = ";
cout<<setiosflags(ios::right)<<setw(8)<<M;
cout<<setiosflags(ios::right)<<setw(8)<<D;
return 0;
#include <iomanip>
using namespace std;
int main ()
{
int M = 20, D = 35;
// Contoh fungsi manipulator setiosflags()
cout<<"\nPenggunaan ios::left dan ios::right\n";
cout<<"\nRata Sebelah Kiri = ";
cout<<setiosflags(ios::left)<<setw(8)<<M;
cout<<setiosflags(ios::left)<<setw(8)<<D;
cout<<"\nRata Sebelah Kanan = ";
cout<<setiosflags(ios::right)<<setw(8)<<M;
cout<<setiosflags(ios::right)<<setw(8)<<D;
return 0;
PERCABANGAN
Percabangan merupakan pemilihan statemen yang akan
dieksekusi dimana pilihan tersebut didasarkan atas kondisi tertentu untuk
mengarahkan perjalanan suatu proses. Biasanya program akan dieksekusi baris
perbaris setiap saat secara berurutan. Eksekusi baris perbaris sangat
baik,sebab tidak akan terdapat saat vacuum pada program. Jika ingin
perubahan,dalam hal ini program melompat(tidak berurutan) baik ke baris
perintah jauh dibawahnya maupun melompat ke baris perintah diatasnya. Maka kita
membutuhkan perintah percabangan , yaitu fungsi yang dapat mengatur program
agar melompat ke suatu baris perintah yang ditentukan,sesuai dengan kondisi
yang sedang diterima.
1. Percabangan
Bersyarat IF
Struktur ini merupakan struktur yang paling sederhana
karena hanya melibatkan satu buah ekspresi yang akan diperiksa.Percabangan if
akan menagani suatu eksprsi apabila kondisi terpenuhi. Bentuk dasar pernyataan
if adalah:
If (ekspresi kondisional)
Statemen ;
//Diatas jika hanya terdiri dari satu statement,
Bagaimana Jika lebih dari 1 ? Jika lebih dari satu makan statemennya harus
berada dalam { }.
If (ekspresi kondisional)
{
Statemen 1
Statemen_2
Statemen_3
……..
Statemen_n
}
Penjelasannya jika ekspresi kondisional di dalam tanda kurung
benar, maka statemen atau grup statemen dibawahnya akan dieksekusi,
sebaliknya jika ekspresi kondisionalnya salah maka statemen/grup statemen di
bawahnya tidak akan dieksekusi (fungsi if tidak menghasilkan apa-apa). Ekpresi
kondional adalah ekspresi yang menjadi dasar bagi pernyataan yang
berkondisi (selau dipakai pada fungsi if), yang memberikan nilai benar atau
salah.
Berikut Contoh program percabangan bersyarat IF :
#include <iostream.h>
#include <conio.h>
#include <conio.h>
main(){
int x;
cout<<“\n================================\n”;
cout<<“\nBELAJAR PERCABANGAN BERSYARAT IF\n”;
cout<<“\n================================\n”;
cout<<“Masukkan Angka: “;
cin>>x;
int x;
cout<<“\n================================\n”;
cout<<“\nBELAJAR PERCABANGAN BERSYARAT IF\n”;
cout<<“\n================================\n”;
cout<<“Masukkan Angka: “;
cin>>x;
if (x>0)
cout<<“Angka yang dinputkan bilangan positif”;
getch();
}
dan berikut outputnya :
2.
Percabangan IF-ELSE
Percabangan if-else akan menangani salah satu dari dua
ekspresi / grup ekspresi sesuai nilai kondisi yang dihasilkan. dan dapat
dikatan percabangan ini sedikit lebih komplekjika dibandningan dengan
percabangan if diatas. Bentuk percabangan if-else sebagai berikut:
//Struktur 2
kondisi
If(ekspresi
kondisional)
Statemen_1;
Else
Statemen_2;
dan untuk
struktur 3 kondisi atau lebih berikut strukturnya :
If(ekspresi
kondisional)
{
Statemen_1_1
Statemen_1_2
………………………
Statemen_1_n
}
Else
{
Statemen_2_1
Statemen_2_2
………………………
Statemen_2_n
}
Penjelasan dari bentuk diatas apabila ekspresi
kondisional menghasilkan nilai benar maka program akan mengeksekusi
statemen_1,namun sebaliknya apabila ekspresi kondisional bernilai salah maka
yang akan dieksekusi adalah statemen_2 .
Berikut Contoh
Program If – else 2 kondisi:
#include <iostream.h>
#include <conio.h>
#include <conio.h>
main(){
int x;
cout<<“\n======================================\n”;
cout<<“\nBELAJAR PERCABANGAN BERSYARAT IF-ELSE\n”;
cout<<“\n======================================\n”;
cout<<“Masukkan Nilai = “;
cin>>x;
if (x% 2 == 0)
cout<<“Nilai dimasukkan adalah bilangan genap”;
else
cout<<“Nilai dimasukkan adalah bilangan ganjil”;
getch();
}
int x;
cout<<“\n======================================\n”;
cout<<“\nBELAJAR PERCABANGAN BERSYARAT IF-ELSE\n”;
cout<<“\n======================================\n”;
cout<<“Masukkan Nilai = “;
cin>>x;
if (x% 2 == 0)
cout<<“Nilai dimasukkan adalah bilangan genap”;
else
cout<<“Nilai dimasukkan adalah bilangan ganjil”;
getch();
}
outputnya :
Contoh untuk Program If – else 3 kondisi:
#include <iostream.h>
#include <conio.h>
main ()
{
int x;
char i;
cout<<“\n========================================\n”;
cout<<“\nBELAJAR PERCABANGAN BERSYARAT IF-ELSE-IF\n”;
cout<<“\n========================================\n”;
cout<<“Masukkan Bilangan:”;
cin>>x;
if (x>0)
{
cout<<“Bilangannya adalah Positif(+)”;
}
else if (x<0)
{
cout<<“Bilangannya adalah Negatif(-)”;
}
else
{
cout<<“Bilangannya adalah Nol(0)”;
}
cin>>i;
getch();
}
#include <conio.h>
main ()
{
int x;
char i;
cout<<“\n========================================\n”;
cout<<“\nBELAJAR PERCABANGAN BERSYARAT IF-ELSE-IF\n”;
cout<<“\n========================================\n”;
cout<<“Masukkan Bilangan:”;
cin>>x;
if (x>0)
{
cout<<“Bilangannya adalah Positif(+)”;
}
else if (x<0)
{
cout<<“Bilangannya adalah Negatif(-)”;
}
else
{
cout<<“Bilangannya adalah Nol(0)”;
}
cin>>i;
getch();
}
Dan outputnya :
3. PERCABANGAN
SWITCH-CASE-DEFAULT
adalah sebuah pernyataan yang digunakan untuk menjalankan
salah satu pernyataan dari beberapa kemungkinan pernyataan, berdasarkan nilai
dari sebuah ekspresi dan nilai penyeleksi. secara singkat, pernyataan ini
merupakan pernyataan pilihan ganda. Bentuk dari pernyataan switch adalah:
Switch(ekspresi)
{case ekspresi_1
pernyataan_1;
break;
case ekspresi_2
break;
case ekspresi_n;
break;
default;
pernyataan_x
}
Pada pernyataan switch,ekspresi dapat berupa
ekspresi,konstanta ataupun variable.Adapaun ekspresi1,ekspresi2,dan seterusnya
dapat berupa sembarang konstanta bertipe int atau char. Pencocokan ekspresi
dengan ekspresi1,ekpresi2,dan sebagainya dilakukan secara berurutan,dimulai
yang pertama. Sekiranya Cocol, pernyataan yang mengikuti case bersangkutan
dijalankan. Kalau selanjutnya pernyataan break ditemukan, eksekusi dari
pernyataan switch berakhir. Dan perlu diketahui, untuk bagian default
hanya akan dijalankan jika ungkapan pada bagian case tiadak ada yang cocok
dengan ungkapan switch.
Berikut contoh program switch :
#include <iostream.h>
#include <conio.h>
#include <conio.h>
main() {
int x;
cout<<“\n==================================================\n”;
cout<<“\nBELAJAR PERCABANGAN BERSYARAT SWITCH-CASE-DEFAULT\n”;
cout<<“\n==================================================\n”;
cout<<“Masukkan angka untuk mengetahui hari apa : “;
cin >>x;
int x;
cout<<“\n==================================================\n”;
cout<<“\nBELAJAR PERCABANGAN BERSYARAT SWITCH-CASE-DEFAULT\n”;
cout<<“\n==================================================\n”;
cout<<“Masukkan angka untuk mengetahui hari apa : “;
cin >>x;
switch (x){
case 1 : cout<<“Hari ke “<<x<<” :
Senin”;
break;
case 2 : cout<<“Hari ke “<<x<<” :
Selasa”;
break;
case 3 : cout<<“Hari ke “<<x<<” :
Rabu”;
break;
case 4 : cout<<“Hari ke “<<x<<” :
Kamis”;
break;
case 5 : cout<<“Hari ke “<<x<<” :
Jum’at”;
break;
case 6 : cout<<“Hari ke “<<x<<” :
Sabtu”;
break;
case 7 : cout<<“Hari ke “<<x<<” :
Minggu”;
break;
default :cout<<“Tidak ada hari ke “<<x;}
getch();
}
dan outputnya :
CONTOH PROGRAM
UNTUK PERULANGAN
Perulangan adalah
suatu atau serangkaian bentuk kegiatan mengulang suatu statement sampai batas
yang diinginkan.
Bentuk umum Perulangan pada bahasa C++ ada 3 antara
lain :
1. Perulangan FOR
Digunakan untuk mengulang suatu proses
yang telah diketahui jumlah perulangannya.
Bentuk umumnya:
for( awal ; kondisi ; counter )
{
Statementl;
Statement2;
}
Statement3;
Bentuk umumnya:
for( awal ; kondisi ; counter )
{
Statementl;
Statement2;
}
Statement3;
2. Perulangan WHILE
Digunakan bila jumlah perulangannya belum
diketahui.
Bentuk umumnya:
Bentuk umumnya:
while( expression )
{
Statementl;
Statement2;
}
Statement3;
{
Statementl;
Statement2;
}
Statement3;
3. Perulangan DO WHILE
Perulangan DO WHILE dan WHILE hampir sama, perbedaannya
dengan while, do … while memiliki pengecekan kondisi yang terletak setelah
statement perulangan.
Bentuk umumnya:
Bentuk umumnya:
do
{
Statementl;
Statement2;
}
while( expression )
Statement3;
{
Statementl;
Statement2;
}
while( expression )
Statement3;
1.8
CONTOH PROGRAM PERULANGAN
Contoh Program menggunakan Perulangan pada bahasa C++
menggunakan FOR :
#include <stdio.h>
#include <conio.h>
#include <iostream.h>
void main()
{
int i;//deklarasi
for (i=20; i<=120; i++) // pengulangan data dari 21 sampai dengan 119
{if(i%2==0) // jika i habis dibagi 2 maka tampilkan
{cout<<i<<endl;} //tampilkan
}
getch();
}
1.8
Contoh program untuk variabel
#include <iostream>
using namespace std;
int main(){
// deklarasi tipe
data variabel
string nama;
int umur;
char
jenis_kelamin;
// --- proses
input ---
cout <<
"Siapakah nama anda?" << endl;
cout <<
"jawab: ";
// menyimpan data
ke variabel
getline(cin,nama);
cout << "Berapa umurmu?"
<< endl;
cout << "jawab: ";
// menyimpan data ke variabel
cin >>
umur;
cout <<
"Jenis kelamin [L/P]: ";
// menyimpan data
ke variabel
cin >>
jenis_kelamin;
// --- proses output ---
cout << "Salam kenal, "
<< nama << " Sekarang dirimu berusia ";
cout << umur << " dan
dirimu berjenis kelamin "<< jenis_kelamin;
return 0;
}
Library Function Pada C dan C++ dalam Bahasa Pemrograman
Salah satu fungsi library yang telah diperkenalkan
yaitu cout yaitu untuk mencetak ke layar monitor. Fungsi
dikelompokkan menurut jenis dan sifatnya dan disimpan didalam sebuah file yang
berekstensi .h. Sebagai contoh fungsi yang digunakan untuk mencetak ke layar
monitor (cout) disimpan pada file iostream.h.
Library iostream.h
Standard Input / Output Streams Library.
Elemen iostream library (char instantion) :
Classes :
| ios_base Base | ios | istream | ostream | iostream | ifstream | ofstream | fstream | istringstream | ostringstream | stringtream | streambuf | filebuf | stringbuf |
Objects :
| cin | cout | cerr | clog |
Types :
| fpos : | streamoff | streampos | streamsize |
Manipulators :
| boolalpha | dec | endl | ends | fixed | flush | hex | internal | left | noboolalpha | noshowbase | noshowpoint | noshowpos | noskipws | nounitbuf | nouppercase | oct | resetiosflags | right | scientific | setbase | setfill | setiosflags | setprecision | setw | showbase | showpoint | showpos | skipws | unitbuf | uppercase | ws |
Objek iostream mewarisi semua anggota yaitu istream dan ostream, sehingga mampu melakukan kedua operasi input dan output.
Library stdio.h
Library stdio.h adalah library pada bahasa C
yang digunakan untuk operasi input output (stdio = Standard Input and Output).
Tanpa menggunakan library ini maka perintah - perintah input/output tidak dapat
dieksekusi atau dijalankan.
Library Functions :
| clearr() | fclose() | fccloseall() | fdopen() |
fflush() | fgetc() | fgetchar() | fgetpos() | fgets() | flushall() | fopen() |
fprint() | fputc() | fputchar() | fputs() | fread() | free() | freopen() |
fscan() | fseek() | fsetpos() | ftell() | fwrite() | gets() | getw() | perror()
| printf() | puts() | putw() | rename() | rewind() | scanf() | unlink() |
Library Macroes :
| feof(f) | ferror(f) | fileno(f) | getch(f) | getchar(f)
| putchar(f) | remove(path) |
Contoh penggunaan library stdio.h dengan
library functions printf() dalam program :
#include <stdio.h>
int main(){
printf("Hello SMKN 9 MALANG!\n");
printf("Selamat Belajar Pemrograman C++.");
return 0;
}
int main(){
printf("Hello SMKN 9 MALANG!\n");
printf("Selamat Belajar Pemrograman C++.");
return 0;
}
Contoh
penggunaan library stdio.h dengan library functions puts() dalam
program :
#include <stdio.h>
#include <conio.h>
using namespace std;
int main(){
char x[20]="SMKN 9 MALANG";
puts("Sekolah Siap Kerja Hanya di ");
puts(x);
return 0;
}
#include <conio.h>
using namespace std;
int main(){
char x[20]="SMKN 9 MALANG";
puts("Sekolah Siap Kerja Hanya di ");
puts(x);
return 0;
}
Library
math.h
Library math.h merupakan sebuah library yang
disediakan untuk melakukan perhitungan secara matematika.
Library
Functions :
| abs() | acosh() | asin() | atan() | atan2() | atof() |
ceil() | cos() | cosh() | exp() | fabs() | floor() | fmod() | labs() | ldexp()
| log() | log10() | pow() | sin() | sinh() | sqrt() | tan() | tanh() |
Contoh penggunaan library math.h dengan library
functions cos() dan sin() dalam program :
//Penggunaan library math.h
#include <iostream.h>
#include <math.h>
using namespace std;
int main(){
double kecepatan, jarak, sudut;
kecepatan=20;
sudut=25;
jarak = 2*kecepatan*kecepatan*sin(sudut*3.14/180)*cos(sudut*3.14/180)/9.8;
cout<<"Jarak = "<<jarak;
cout<<"\n";
system("Pause");
return 0;
}
#include <iostream.h>
#include <math.h>
using namespace std;
int main(){
double kecepatan, jarak, sudut;
kecepatan=20;
sudut=25;
jarak = 2*kecepatan*kecepatan*sin(sudut*3.14/180)*cos(sudut*3.14/180)/9.8;
cout<<"Jarak = "<<jarak;
cout<<"\n";
system("Pause");
return 0;
}
Library
stdlib.h
Library stdlib.h merupakan library yang hampir
sama dengan library math.h, namun isi dari
library stdlib.h berbeda dengan library math.h yaitu :
Library Functions :
| abs() | atof() | atoi() | atol() | div() | exit() |
free() | ldiv() | malloc() | rand() | srand() | system() |
Library Macroes :
| abs(x) | atoi(s) | random(num) | randomize() |
Contoh penggunaan library stdlib.h dengan
library functions atoi() dalam program :
//Penggunaan library stdlib.h
#include <iostream.h>
#include <stdlib.h>
using namespace std;
int main(){
char karakter[8]="12.3AB";
int nilai;
nilai=atoi(karakter);
cout<<nilai<<endl;
system("Pause");
return 0;
}
#include <iostream.h>
#include <stdlib.h>
using namespace std;
int main(){
char karakter[8]="12.3AB";
int nilai;
nilai=atoi(karakter);
cout<<nilai<<endl;
system("Pause");
return 0;
}
Library string.h
Suatu library
pada bahasa C yang digunakan untuk memberikan nilai suatu karakter string.
Librari
Functions :
| strcpy() |
strcat() | strchr() | strcmp() | strlen() |
Contoh
penggunaan library string.h dengan library
functions strcpy() dalam program :
//Penggunaan
library string.h
#include <iostream.h>
#include <string.h>
using namespace std;
int main(){
char info[30];
strcpy(info, "info: SMKN 9 MALANG");
cout<<info;
cout<<"\n";
system("Pause");
return 0;
}
#include <iostream.h>
#include <string.h>
using namespace std;
int main(){
char info[30];
strcpy(info, "info: SMKN 9 MALANG");
cout<<info;
cout<<"\n";
system("Pause");
return 0;
}
Library conio.h
Library
Functions :
| clrscr() |
getch() | getche() | gotoxy() | khbit() | putch() |
Contoh
penggunaan library conio.h dengan library
funtions getche() atau getch() dalam program :
//Penggunaan
library conio.h
#include <iostream.h>
#include <conio.h>
using namespace std;
int main(){
cout<<"Hai, Selamat datang siswa baru SMKN 9 MALANG \n";
getche();
}
#include <iostream.h>
#include <conio.h>
using namespace std;
int main(){
cout<<"Hai, Selamat datang siswa baru SMKN 9 MALANG \n";
getche();
}
Library io.h
Library
Functions :
| access() |
_close() | close() | _creat() | eof() | filelenght() | _open() | open() |
_read() | read() | _write() | write() |
Library ctype.h
Library
Functions :
| stlower() |
toupper() |
Library Macroes
:
| isalnum( c) |
isalpha( c) | isascii( c) | iscntrl( c) | isdigit( c) | isgraph( c) | islower(
c) | isprint( c) | ispunct( c) | isspace( c) | isupper( c) | isxdigit( c) |
toascii( c) | _tolower( c) | _toupper( c) |
Contoh Program Operator
- c //Binary
a + b //Unary
(a ? b : c)
//Ternary
Namun yang akan
kita bahas kali ini bukan itu, kita akan mempelajari macam-macam operator yang
ada dalam pemrograman C++ berserta fungsi dan contoh programnya.
Berikut adalah
daftar operator yang dapat anda jadikan acuan pembuatan program.
. . .
#1 Assignment
Operators
Yang pertama kita akan mengenal Assignment Operator.
Sesuai namanya, operator ini berfungsi untuk memberikan
nilai kepada variabel. Kita akan menggunakan = ( tanda sama
dengan ) untuk memberi nilai.
Berikut cara penggunaanya:
|
nama = "wawan";
umur = 19;
|
#include <iostream>
using namespace std;
int main ()
{
int a, b; // a:?, b:?
a = 10; // a:10, b:?
b = 4; // a:10, b:4
a = b; // a:4, b:4
b = 7; // a:4, b:7
cout <<
"a:";
cout << a;
cout <<
" b:";
cout << b;
}
|
a:4 b:7
|
Mengapa hal itu bisa tdi demikian?
Jika kita perhatkan, kita mendeklarasikan variabel a dan
b. Lalu kita memberikan nilai 10 untuk a dan 4 untuk b pada awalnya. Lalu kita
memberikan nilai b terhadap variabel a.
Perhatikan bagaimana sebuah variabel tidak terpengaruh
oleh modifikasi akhir dari b, meskipun kita menyatakan a = b sebelumnya, anda
pasti paham maksud saya.
Karena sebuah operasi akan selalu berlangsung dari kanan
ke kiri.
Dan variabel hanya akan menyimpan data atau nilai
terakhir yang diberikan.
Contoh program manipulator
#include <stdio.h>
#include <conio.h>
#include <iostream.h>
main()
{
float l_segitiga, alas, tinggi;
cout<<"Masukan Nilai Alas =
";cin>>alas;
cout<<"Masukan Nilai Tinggi =
";cin>>tinggi;
l_segitiga = 0.5*(alas*tinggi);
cout<<"Luas Segitiga =
"<<l_segitiga<<endl;
getch();
}
CONTOH
PROGRAM PERCABANGAN
#include <iostream>
using namespace std;
int main()
{
cout <<
"=== Program Pembayaran ===" << endl;
unsigned int
total_belanja;
cout <<
"Masukan total belanja: ";
cin >>
total_belanja;
// menggunakan
percabangan if
if(total_belanja > 100000){
cout
<< "Selamat! anda dapat hadiah jam tangan" << endl;
}
cout <<
"Terimakasih sudah membeli di toko kami" << endl;
return 0;
Contoh pemogram berdasarkan kasus
Program untuk menghitung akar persamaan kuadrat dari sebuah bilangan :
#include <iostream>
#include <conio.h>
#include <math.h>
void main () {
float a,b,c,x1,x2;
cout<<“masukan nilai a : “;
cin>>a;
cout<<“masukan nilai b : “;
cin>>b;
cout<<“masukan nilai c : “;
cin>>c;
cout<<endl<<endl;
x1=(b+sqrt(b*b-4*a*c))/2*a*c;
x2=(b-sqrt(b*b-4*a*c))/2*a*c;
cout<<“x1=”<<x1<<endl<<endl;
cout<<“x2=”<<x2<<endl<<endl;
getch ();
}
#include <conio.h>
#include <math.h>
void main () {
float a,b,c,x1,x2;
cout<<“masukan nilai a : “;
cin>>a;
cout<<“masukan nilai b : “;
cin>>b;
cout<<“masukan nilai c : “;
cin>>c;
cout<<endl<<endl;
x1=(b+sqrt(b*b-4*a*c))/2*a*c;
x2=(b-sqrt(b*b-4*a*c))/2*a*c;
cout<<“x1=”<<x1<<endl<<endl;
cout<<“x2=”<<x2<<endl<<endl;
getch ();
}
Komentar
Posting Komentar